Showing posts with label ajib serius. Show all posts
Showing posts with label ajib serius. Show all posts

Thursday, 17 September 2015

Mitos Kehamilan: Berhubungan Seksual di Awal Masa Subur Menghasilkan Bayi Laki-laki, Mungkinkah???

Haiiii everybodeeeehhhhh... gue punya project pembuatan buku lagi nih yang konsepnya berbeda jauh dengan buku sebelumnya, doakan yaaa semoga cepet selesai dan bisa berkontribusi dalam dunia pendidikan kebidanan di Indonesia, aamiin.. hehhe.. (yang mau ikut meng-aamiin-i gue doain buat yg jomblo segera dapat pasangan, yang udah nikah semoga langgeng sampe akhir hayat)

Pada postingan kali ini, gue akan kasih spoilernya terkait mitos yang sering beredar pada kehamilan, tapi 1 dulu aja yaahhh..


MITOS:
Berhubungan seksual di awal masa subur, maka bayi Bunda dan suami adalah laki-laki, sementara jika di akhir masa subur maka bayi Bunda dan suami adalah perempuan.

FAKTA:
Mitos di atas merupakan mitos lama yang masih diceritakan secara turun temurun dan dipercaya oleh beberapa masyarakat. Sejauh ini, 15 tahun yang lalu pernah ada penelitian tentang hal tersebut oleh Allen J dkk yang juga pernah di-publish di The New England of Medicine Journal. Hasil penelitian tersebut adalah tidak ada ada hubungan antara berhubungan seksual di masa subur dengan jenis kelamin bayi, tetapi ada pengaruhnya antara hubungan seksual pada saat ovulasi dengan timbulnya kehamilan.



Penjelasan Klinis:

Pada dasarnya, jenis kelamin bayi ditentukan oleh tipe kromosom dari sperma laki-laki yang bertemu kromosom dari sel telur wanita. Selain jenis kelamin, kromosom juga menentukan ciri-ciri fisik manusia seperti warna mata, rambut, hingga tinggi badan.
Kombinasi kromosom X dan kromosom Y membentuk jenis kelamin laki-laki, sedangkan kombinasi dua kromosom X membentuk jenis kelamin wanita. Tiap sel sperma akan mengandung antara satu kromosom X atau satu kromosom Y. Sementara tiap sel telur wanita mengandung satu kromosom X. Saat terjadi pembuahan, sperma-sperma yang mengandung kromosom X maupun Y secepatnya bergerak menuju sel telur. Namun hanya ada satu sperma dengan salah satu kromosom yang akan bersatu dengan sel telur dan menjadi janin.

Bayi laki-laki atau perempuan ditentukan oleh sperma manakah (X atau Y) yang lebih dulu mencapai sel telur. Jika sperma dengan kromosom Y berhasil terlebih dahulu mencapai sel telur, maka janin akan berkromosom XY, sehingga Bunda akan mengandung bayi laki-laki. Namun jika sperma dengan kromosom X lebih dulu bertemu sel telur, maka janin akan berkromosom XX dan menjadi bayi perempuan.
Mitos di atas sering terdengar di kalangan masyarakat luas oleh karena teori bahwa pada saat ovulasi, vagina dan cairan pada leher rahim berada pada kondisi basa atau alkali, sehingga lebih memungkinkan sperma berkromosom Y bertahan, maka janin kemungkinan akan berkromosom XY dan berjenis kelamin laki-laki. Sebaliknya, jika ingin bayi perempuan, dianjurkan untuk melakukan hubungan seksual lebih jauh dari masa ovulasi, karena janin akan berkromosom XX dan berjenis kelamin perempuan.

Tetapi berdasarkan faktanya, seperti penjelasan sebelumnya, bahwa menurut penelitian yang pernah dilakukan, tidak ada hubungan antara melakukan hubungan seksual pada saat ovulasi dengan penentuan jenis kelamin bayi.


Nah, gimana gaes, udah paham belum dari penjelasan di atas? semoga kalian yang tjantik dan tjakep serta sholehah dan sholeh bisa bantu perpanjangan tangan untuk memberikan informasi ke saudara2nya yaaahhh... i love you bebebbb bala bala :*



Salam ketjup mandja~~~
---Gita Okinarum---

Wednesday, 16 September 2015

Setelah Hibernasi 3 Tahun.....

Hai gengs.... wowww setelah menyadari selama 3 tahun vacuum ga ngeblog, dan baru sadar bahwa selama 3 tahun vacuum banyak hal yang berubah... dari zaman kuliah---kerja---sampe kuliah lagi, dari zaman gadis sampe udah jadi nyonyah ketje dan nanti pengen jadi mahmud "mamah muda" gendhis.. walau begitu, masih bergelar bidan sexy sejak embrio ya cyiiinnnn...

banyak hal yang berubah, dan sepertinya gue pengen juga mengubah content blog ini deh... melalui penyampaian yang agak sedikit centil---(sok) imut---gendhis, gue pengen memberikan informasi terkait issue kebidanan terkini berikut jurnal ilmiah yang menyertainya...

...dan mulai sekarang, blog dengan alamat:
http://gitaajib.blogspot.com berganti menjadi

http://bidangitaokinarum.blogspot.com

Uyeahhhh, semoga melalui blog ini, gue bisa berbagi informasi bermanfaat yah... selamat membaca blog ini...

sincerely,
ketjup basah betjek dari Raisa yah :*
Gita Okinarum---Giyawati Yulilania Okinarum

Tuesday, 27 November 2012

Ketika Semesta Berkonspirasi pada Kisah Cinta Kita




Bicara soal jatuh cinta dan sakit hati, masing-masing orang pasti pernah merasakan. Seseorang nggak akan pernah mungkin sakit hati kalo nggak pernah jatuh cinta, begitupun sebaliknya, seseorang nggak akan pernah jatuh cinta kalo nggak pernah sakit hati. Walaupun jatuh cinta dan sakit hati itu sepaket, bagaikan SBY dan bu Ani Yudhoyono, namun luka karena sakit hati dan penyembuhnya justru selalu dijual terpisah.
Jatuh cinta dan sakit hati berada di antara pertemuan dan perpisahan. Masing-masing orang memiliki ceritanya sendiri, tentang bagaimana pertemuan mereka, jatuh cinta, sakit hati, ataupun hingga mengalami perpisahan. Beberapa orang ada yang dengan gampangnya jatuh cinta karena pandangan pertama. Misalnya seperti yang dialami oleh pasien yang pernah gue temui, dia bertemu dengan seseorang yang sekarang menjadi suaminya, di sebuah Mall. Pandangan mata mereka bertemu, kemudian ngobrol, dilanjut tuker nomor HP dan BB, langsung deh 2 hari kemudian jadian.
Jaman SMA, ketika gue ikut serta dalam bakti sosial di sebuah desa di daerah Bantul, gue dikejutkan oleh tabrakan motor yang nggak begitu keras, tapi cukup mengagetkan warga sekitar. Seorang perempuan berseragam SMA ditabrak dari arah selatan oleh seorang lelaki berseragam serupa, putih abu-abu. Beberapa saat kemudian setelah gue dan temen-temen lainnya membantu menegakkan kembali motor perempuan tersebut yang jatuh, sang lelaki berseragam SMA malah mendekati korban untuk meminta maaf, berkenalan dan meminta nomor HP, terus jadian. Semudah itukah bertemu dengan belahan jiwanya? Jawabannya, enggak semua sama.
Gue sering nonton adegan pertemuan di FTV, kebanyakan memang awal pertemuan mereka (pemeran utama) selalu tabrakan di suatu tempat, misalnya tabrakan di lorong sekolah, buku-buku yang dibawa pemeran utama wanita jatoh, kemudian sang pria dengan sigap membantu membereskan buku-buku yang berserakan, kemudian keduanya bertatapan, lalu kenalan, jatuh cinta, 10 menit kemudian jadian. Atau ada lagi adegan yang sering banget terjadi adalah pemeran perempuannya kecipratan air kubangan bekas hujan yang dengan atau tidak disengaja oleh pemeran laki-lakinya yang lagi naik mobil. Pada awalnya si pemeran perempuan marah-marah, tapi akhirnya jadian juga sama lawan mainnya.
Agak absurd memang cerita di dalam FTV dan sinetron. Bahkan adegan di kamar dan di rumah sakit jauh lebih absurd dari kisah pertemuan dua pemeran utama dalam sebuah FTV maupun sinetron, pasien yang baru saja pingsan dan didiagnosis oleh dokter FTV tersebut menderita hipotensi alias darah rendah, bisa-bisanya masih terlihat bugar dengan make up yang tancap lengkap serta warna gincu yang menggelora. Begitu absurdnya tiap adegan di FTV dan sinetron, tetep aja menginspirasi gue untuk berkhayal bagaimana semesta melakukan konspirasi pertemuan saya dengan seseorang yang sepertinya masih disimpen oleh Yang Kuasa. Mungkin kalau konspirasi semesta selalu gue alami, bisa jadi berkali-kali gue kecipratan kubangan bekas air hujan, atau nubruk orang yang lagi jalan.

Semesta mungkin berkonspirasi dalam mempertemukan dua insan, namun bukan kapasitas semesta untuk membuat kedua insan tersebut berpisah, karena hanya Allah yang merancang itu semua secara sepaket.


Wednesday, 21 November 2012

Ketika Janin Menghujat

Seperti yang pernah gue ceritakan di postingan sebelumnya bahwa tahun lalu, gue pernah magang di salah satu puskesmas di Jogja. Baru seminggu pertama gue mulai magang, gue udah menemukan 1 pasien yang married by accident, dan 3 pasien yang menikah siri karena “tekdung” duluan. Dalam hal ini merupakan hal yang memilukan bagi para perempuan. Kebayang nggak sih dengan mudahnya mereka merelakan kesuciannya direnggut oleh seorang lelaki dengan tanpa ikatan suci pernikahan? Mereka bahkan berasal dari luar Jogja dan statusnya masih menjadi mahasiswa. Sejujurnya, yang gue perlu iba itu kepada orang tuanya. Mereka dengan susah payah kerja keras membanting tulang hanya untuk bisa membiayai anak-anaknya sekolah di luar kota, tetapi dengan tidak amanahnya, anak-anak mereka malah mengacaukan mimpi dan harapan orang tuanya. Kalo menurut gue sih, orang-orang macem itu, otaknya dikelilingi nafsu, dan di benaknya yang namanya kumpul kebo itu kayak tagline iklan “Mie Burung Dara”, enaknya nyambuunggg teruuuusss…

Di sisi lain, tindakan mereka dibayar setidaknya dengan tanggung jawab yang akhirnya mereka harus lakukan. Pada akhirnya, makhluk titipan Allah itu pun dipelihara dengan baik selama di rahim, nggak ada niatan dalam diri mereka untuk melakukan abortus provokatus criminalis (pengakhiran kehamilan sebelum usia 20 minggu yang berlangsung dengan tindakan sengaja/ bentuk kriminal). Hal tersebut di awal memang sangat nggak bisa dimaafkan, karena perbuatan zina yang mereka lakukan yang pada akhirnya membuahkan hasil sebuah makhluk titipan Allah yang nggak berdosa dan tak ternilai harganya, namun pada akhirnya, mereka yang bersedia merawat janin dalam rahimnya dan merawat hingga besar nanti dengan kasih sayang, itu bikin gue luluh juga. At least, berani bertindak, berani bertanggung jawab.

Hal semacam itu yang gue dapet di Indonesia sangat bertolak belakang dengan pengalaman yang gue dapatkan saat gue training dan internship di Taipei, R.O.C (Taiwan). Gue lebih miris lagi ketika mengetahui bahwa menghilangkan nyawa janin sama gampangnya dengan mengupas pepaya. Di Taiwan, nggak sedikit mereka, para perempuan yang mengalami hamil di luar nikah meminta bantuan dokter kandungan untuk melakukan aborsi. Karena memang rules-nya di sana amat sangat mudah, yang penting ada persetujuan dari pihak wanita dan pria, atau keluarga dari salah satu pihak untuk melakukan abortus provokatus criminalis. Kemudian setelahnya, dokter hanya mengatur waktu janjian pada pasiennya untuk membantu melakukan tindakan pengguguran kandungan tersebut. Hal tersebut legal, dan bukan hanya di klinik swasta saja, bahkan terkadang dokter di rumah sakit negeri pun bersedia membantu. Belum ada juga undang-undang yang mengatur tentang hal tersebut, karena hamil dan melahirkan adalah hak setiap orang yang nggak bisa diganggu gugat.

Selama gue di salah satu klinik swasta di Xinzhuang District, gue menemui 3 pasien yang ingin menggugurkan kandungannya. Bermacam alasan diutarakan oleh dokter kandungan di klinik tersebut:

Pasien pertama beralasan karena masih SMA dan belum siap untuk hamil dan melahirkan.
Pasien kedua sudah memiliki 2 anak, dan biaya pendidikan di Taiwan sangatlah mahal, maka pasien tersebut beserta suaminya merasa nggak sanggup untuk memiliki 1 tanggungan anak lagi, oleh karena itu aborsi adalah solusi utama.
Pasien ketiga ini yang punya alasan berbeda, walaupun sudah bersuami, tetapi dia belum siap untuk hamil dan melahirkan. Seperti yang telah diketahui, bahwa di Taiwan, ketika mereka memiliki anak, maka semua harus direncanakan dengan baik di awal dari mulai pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, jangan sampai anak tersebut lahir dan dibesarkan dengan kondisi yang buruk.

Pernah nggak sih, kalian berfikir gimana ya kalo janin bisa curhat? Gue pernah baca twit2 dari akun @WOWKonyol soal janin yang bisa ngomong dan protes ke orang tuanya. Maka, gue jadi pengen berimajinasi deh kalo mereka curhat pasti yang diomongin seputar hal-hal kayak di bawah ini:

Janin: “Mama, mungkinkah memang kehadiranku pasti akan membuatmu sedih? Aku bahkan baru hampir 5 minggu merasakan hangatnya tinggal di rahim Mama. Dan tahukah kau, Mama, bahwa jantungku bahkan sudah berfungsi dan mulai berdetak. Tetapi mengapa harus aku alami sakitnya dipaksa keluar dengan sendok kuretase yang sangat tajam itu? Jika memang rasa sakitku ini membuatmu bahagia, maka aku rela.”

Atau mungkin juga, mereka terlalu emosi dan curhatnya jadi kayak gini…
Janin: “Menyakiti aku sama dengan menyakiti alat reproduksimu sendiri, Ma. Hilangnya aku belum tentu suatu hari nanti Mama bisa punya anak lagi.”

Janin: “Ibu, awalnya aku berfikir Ibu adalah (i)nilah (b)idadarik(u). Tapi sekarang enggak lagi sejak Ibu berusaha dengan segala upaya mengeluarkanku dari rahimmu yang hangat. Bagiku saat ini, Ibu adalah (i)nilah (b)usuknya dirim(u).”

            Yang ini janin g4uL…
            Janin: “Nyawa gue mau dienyahkan?! Ciyus? Cungguh? Enelan? Miapah?”
         Dan sesungguhnya banyak lagi hujatan yang terucap dari bibir suci janin :(.
So, girls, nggak usah memulai kalo takut untuk mengakhiri. Dan kalo kalian emang nggak bisa tanggung jawab, maka jangan harap kalian akan menjadi dewasa. Ketika pertama kali “berhubungan” dan kemudian hasilya “positif”, maka Allah udah percaya bahwa kalian mampu merawat titipannya. Terus, masih ada lagi yang mau aborsi???


Saturday, 17 November 2012

SURAT CINTA UNTUK MAMA SAAT HUJAN MULAI MENCUMBU MALAM

Senja lenyap oleh malam. Hujan datang dan mulai mencumbunya. Aku terpaku dan terduduk kaku di bangku kayu. Rintik hujan seolah memunculakan nada-nada sendu syahdu. Mataku masih sembab, sisa tangisan semalam. Aku merasa ditelanjangi oleh malam. Buliran air mataku jatuh membasahi cangkir putih yang berisi teh hangat. Teh hangat yang sepertinya mewakili jiwa seorang ibu yang tenang jernih dengan lengkungan senyumnya yang manis. Mewakili jiwa seorang wanita hebat yang hatinya terluka, dan luka menganga dalam hatinya itu karena diriku.

Aku mereguk nafas dengan panjang dan sedalam-dalamnya, menahan tangisku yang mulai sesenggukan, sementara itu seolah ketukan detik pada jam bundar di tanganku mulai merangkak dengan cepat. Ya Rabb, jika dibandingkan dengan angka kemiskinan di Indonesia, jelas dosaku pada ibuku jauh lebih banyak dari itu. Aku sadar, gertakan jahatku pada malam itu, sungguh seolah iblis sedang menguasai pikiranku, menyelimuti seluruh badanku dengan aura hitam yang kejam namun hangat.

Kacamataku mulai berembun, tercium dengan jelas aroma bunga ranum di depan pagar rumah. Hujan mulai berhenti, mungkin lelah berlomba denganku. Namun aku yakin, debit air yang turun lebih banyak dari buliran air mataku.

Aku sebenarnya ingin seperti rintik hujan yang tak pernah mengeluh ketika jatuh. Mama, sungguh maafkan aku yang terlalu sering melobangi hatimu dengan watakku yang keras. Memang lara dan penyembuhnya dijual terpisah, namun mulai saat ini, akan kuubah sistem itu demi dirimu, Mama. Sungguh, dalam hidupku, tak ada yang ingin aku lakukan selain membuatmu bahagia, dan bangga padaku. Selamanya, akan kucoba untuk mengurangi sedikit demi sedikit lara di hatimu, serta gurat sedih di wajahmu oleh karena apapun dan siapapun. Maka, untuk saat ini dan selamanya, akulah yang akan selalu menjagamu dan membuatmu bahagia sepanjang waktu dan tak kan kubiarkan mata sembab dan kantung mata karena tangis menghiasi wajah elokmu. LOVE YOU FOR A THOUSAND YEARS, I LOVE YOU FOR A THOUSAND MORE :*!

MAMA, I LOVE YOU :*

Friday, 9 November 2012

Pahlawan Dalam Lembaran Rupiah

Hari ini, dari buka mata nyetel TV/mantengin berita di gadget sampe kita terlelap nanti dan masih tetep pegang gadget, acara TV dan situs-situs berita terpopuler mengabarkan soal Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November besok. Ada yang tahu kenapa tanggal 10 November dirayakan sebagai Hari Pahlawan? Aaahhhh, jaman ginian mah mau tahu begituan gampaaaang, tinggal googling aja di yahoo! *oke ini gue becanda*

By the way, ngomongin soal hari pahlawan, gue gatel banget nih pengen cerita soal pengalaman yang pernah gue alamin jauh sebelum gue baca baca buku "Kicau Kacau"nya Indra Herlambang tahun lalu. Oke, sebelumnya mungkin gue jelasin dulu pengalaman dari Indra Herlambang, di dalam buku tersebut ada 1 bab yang menceritakan pengalaman dia yang nyari orang bernama "Kartini" di jaman sekarang ini. Dia penasaran banget, ada nggak sih seorang gadis kecil yang bernama Kartini di jaman sekarang ini yang bahkan Tablet bukan lagi menjadi sebutir obat. Tentu saja setelah dia nyari di SD nya dulu, dan bahkan sampe ke pelosok desa, dia nggak nemuin nama "Kartini" masa kini.

Hal tersebut sama seperti yang gue alamin. Jaman gue masih kuliah D3 Kebidanan dulu, pada saat mata kuliah Kebidanan Komunitas, gue dan temen-temen yang lain dapet tugas dari dosen untuk bikin makalah tentang posyandu di desanya masing-masing. Karena di daerah gue posyandu diadain sebulan sekali dan udah lewat, akhirnya gue nyari bareng temen gue di desanya, daerah pastinya gue lupa tapi sekitaran Sedayu, Bantul.

Karena baru pertama kali ikut posyandu yang sebenernya, gue masih bingung dalam pembagian tugas per meja-nya. Ya akhirnya gue ditugasin buat bantuin ibu-ibu kader nimbang balitanya. I was excited!
Dan yang perlu kalian tahu, pada saat itu pula gue perhatiin nama-nama balitanya yang sungguh di luar bayangan gue sebelumnya. Ya maksud gue, paling-paling di daerah desa seperti ini, nama pasaran yang kerap muncul, yang pada umumnyalah, mungkin Putri, Bayu, atau Rahmat. Tapi nyatanya, gue salah! Nama-nama artis kerap terdengar di telinga gue ketika gue tanya pada ibu si balita: "Nama putrinya/ putranya siapa Bu?", dan mereka dengan santai bilang: "Chelsea", atau "Jasmine", atau "Nadine", atau "Diego", atau "Kevin", atau "Raffi". Wow! Iya, iya, gue tahu, menurut kalian, mungkin itu bukan suatu hal yang absurd, yah No laughing matter lah yaaaa.. tapiiiiii.... That's beyond my understanding lho, Sodara-sodara! Gue sampe mikir, begitu dahsyatnya ya peran benda kotak warna hitam yang biasa disebut TV itu? Untung ibu-ibu para balita ini punya TV, coba kalo nggak, mungkin mereka nggak bakal nemuin nama-nama cantik macem para artis itu. Tapi, gue pun nggak yakin apakah seandainya mereka nggak punya TV, mereka bakal kasih nama anaknya nama para pahlawan seperti Pattimura, Sudirman, Diponegoro, Soekarno, Cut Nyak Dien, atau bahkan Kartini? Kayaknya kok gue nggak yakin ya?

Ya bolehlah, sebagian orang yang kasmaran paling bakal bilang: "Sejarah itu nggak penting, udah deh kamu itu sejarah buat aku. cukup buat pelajaran dari masa lalu, karna aku udah punya masa depanku." Tapi, buat yang jomblo yang nggak bisa move on ya pasti nggak bakalan bisa bilang gitu. Masa depannya aja masih abu-abu ;) *digebukin para jombloers* *lari ke hutan belok ke pantai nyebur ke sungai mekong* *linting lengan baju* *wudhu* #ApeuBangetDehGue

Oke, back to the point deh, mungkin kurang bukti kali ya, tapi pada saat gue ikut posyandu di Brosot, Pleret Panjatan, dan di desa-desa lainnya, gue juga menemukan hal yang sama. Nama Bambang terganti oleh Devin, nama Joko terganti oleh Joddy, dan nama Prihatin terganti oleh Prilly. Kalian bisa deh buktiin omongan gue, try to do that i did before. Observasi!

And... you should know that i have ever been make any random question to my friends. Random question-nya itu soal gambar di lembaran uang. Dan yang paling mencengangkan cuma gambar uang dengan nominal Rp 100.000,00 yang mereka tahu. Yah, mungkin mereka emang kaya-kaya kalik ya, nggak pernah megang uang di bawah nominal Rp 100.000,00?
Nih, gue tunjukin gambar uang 100rb rupiah, kalik aja ada yang lupa, cuma keinget warnanya doank:

Soekarno-Hatta

Ngomong-ngomong, bisa jadi, beberapa tahun ke depan, anak-anak balita tersebut hanya mengetahui nama-nama pahlawannya dari lembaran uang rupiah. Dan bisa jadi, beberapa tahun ke depan, gambar di lembaran uang rupiah itu bukan lagi gambar pahlawan, tapi bergeser oleh gambar artis-artis Indonesia, Morgan misalnya, atau Nasar-Muzdalifah di lembaran 100 ribuan? Ya who knows?
Di bawah ini gue liatin gambar Muzdalifah dan Nasar, yang coba deh coba, try to imagine kalo mereka ada di uang 100.000 an. Oke, that pretty much everbody hates! Hahaha :D

Muzdalifah-Nasar

Anyway, Pahlawan masa kini sebenernya ada di sekitar kalian kok, keluarga, Ibu Ayah, pahlawan masa kini kalian. So, hold their hands, and say thanks for everything that they give to you. LOVE!

 The real Guardian Angels in my life :)

Monday, 26 December 2011

SAYA ADALAH SOSOK YANG BERUNTUNG (sebuah refleksi dan postingan serius a la gita)

cukup lama juga, dan cukup nyadar juga kalo gue jarang banget posting blog yah? di kesempatan ini, gue pengen banget memposting sesuatu yang cukup serius. CUKUP SERIUS, sekali lagi sodara-sodara, CUKUP SERIUS!!! sengaja diulang 3 x biar kesannya serius dan dramatis banget...

*ceritanya, backsoundnya lagunya 128 W A Mozart Divertimento No 17 in D K 334 3 Men atau minus one-nya Endless Love*
lagu apaan tuh? gue juga nggak tau apa yang gue tulis, asal keliatan oke aja di depan kalian para malaikat yang sedang setia membaca postingan blog gue kali ini :D 

***

Pernah nggak sih, lo keliatan sebagai sesosok manusia yang hina dina di hadapan orang lain? kehinaan tersebut muncul karena lo dikenal sebagai you-know-who-sesosok-makhluk-bumi-yang-nggak-pinter-cerdas-dan-berkelas? karena kepanjangan, maka gue singkat jadi YKWSMBYNPCDB. masih kepanjangan nggak sih? ah pokoknya udah gue ketok palu, sebutannya YKWSMBYNPCDB aja. deal!!!

anggapan sebagai YKWSMBYNPCDB di hadapan orang-orang yang gue kenal, e.g. tetangga, teman sejawat, bahkan guru-guru sekalipun sering gue dapetin di bangku sekolah dulu. kenapa bangku? kenapa bukan meja? ya soalnya gue duduk di bangku, bukan di meja, atau di papan tulis. *yamenurutlo???*
SERIUS LAGI YOK, SERIUS!!!

Lo tau nggak sih, gue nulis postingan blog kali ini tuh berasa ada 2 sosok makhluk di kanan kiri gue. di kiri gue sosoknya merah, tangan kiri bawa garpu tala, kepala bertanduk, dan gigi bertaring trus bilang "Udah, lo nulis aja kata-kata yang nggak penting. enyahkan rencana menulis sesuatu yang berharga yang lo pengen sampaikan setulus hati ke semua orang!".. kemudian di kanan gue sosok putih, bersayap, bawa tongkat berujung bintang, di atas kepala ada circle-nya, dan bilang ke gue,"katakanlah apa yang ingin lo katakan di sini, dan semoga orang-orang yang baca blog lo ini bisa lebih bersyukur."

dan gue akhirnya melanjutkan menulis dan menuruti apa yang dikatakan sosok putih di kanan gue...

*****************************************************************************

Gue Gita, umur 1/5abad+1tahun, satu-satunya bidan yang sexy sejak embrio. *gue nggak mau merusak suasana hening ini dengan kata-kata konyol yang tarakdungces a la gue*

Gue terlahir bukan sebagai orang yang pintar, tapi gue beruntung...

Dari kecil gue sering ikut lomba lukis, dan gue lumayan sering, dan alhamdulillahnya menang. itu bukan karena gue pintar, tapi karena gue BERUNTUNG.

Gue bisa presentasi hasil penelitian di Thailand maret lalu. itu bukan karena gue pintar. tapi karena gue BERUNTUNG.

Gue bisa lolos uji kompetensi bidan first taker desember ini tanpa remidial atau ngulang. itu bukan karena gue pintar, tapi karena gue BERUNTUNG.

Gue (insya allah) bakal training di Taiwan april 2012 besok selama sebulan. itu bukan karena gue pintar, tapi karena gue BERUNTUNG.

Dan kesemuanya, seluruh pahit manis pengalaman gue, gue dapetin bukan karena  gue pintar, tapi karena gue BERUNTUNG. seluruh cemoohan yang sering gue terima dari temen-temen sejawat maupun beda jawat, tetangga, guru-guru, dosen-dosen, gue terima dengan penuh kebahagiaan dan gue rasakan manisnya di lidah. rasa tai itu bakal selalu gue rasakan sebagai selai kacang rasa coklat. karena kalian, kalianlah yang membuat gue lebih bersyukur dan bikin gue bangkit dari ketidakmampuan hidup di tengah keterbatasan otak dan tingkah laku tolol yang gue miliki.

dan akhirnya, gue BERUNTUNG karena selalu ada ALLAH di samping gue, yang selalu ada di setiap hela nafas gue. dan gue BERUNTUNG menemukan Tuhan yang Maha dari segala Maha.

Thank God I found you
I was lost without you
My every wish and every dream
Somehow became reality
When you brought the sunlight
Completed my whole life
I’m overwhelmed with gratitude
 I’m so thankful
I found you

dan gue BERUNTUNG karena terlahir dari kedua orang tua yang hebat, yang mampu membesarkan gue hingga sekarang, yang mendidik gue dengan sebaik-baiknya, yang selalu memberi nasehat dan semangat positif untuk bangkit dari segala keterpurukan... thanks for being my hero, mom and dad... EVERYTHING I DO, I DO IT FOR YOUUU...