Showing posts with label ajib curhat. Show all posts
Showing posts with label ajib curhat. Show all posts

Saturday, 17 November 2012

SURAT CINTA UNTUK MAMA SAAT HUJAN MULAI MENCUMBU MALAM

Senja lenyap oleh malam. Hujan datang dan mulai mencumbunya. Aku terpaku dan terduduk kaku di bangku kayu. Rintik hujan seolah memunculakan nada-nada sendu syahdu. Mataku masih sembab, sisa tangisan semalam. Aku merasa ditelanjangi oleh malam. Buliran air mataku jatuh membasahi cangkir putih yang berisi teh hangat. Teh hangat yang sepertinya mewakili jiwa seorang ibu yang tenang jernih dengan lengkungan senyumnya yang manis. Mewakili jiwa seorang wanita hebat yang hatinya terluka, dan luka menganga dalam hatinya itu karena diriku.

Aku mereguk nafas dengan panjang dan sedalam-dalamnya, menahan tangisku yang mulai sesenggukan, sementara itu seolah ketukan detik pada jam bundar di tanganku mulai merangkak dengan cepat. Ya Rabb, jika dibandingkan dengan angka kemiskinan di Indonesia, jelas dosaku pada ibuku jauh lebih banyak dari itu. Aku sadar, gertakan jahatku pada malam itu, sungguh seolah iblis sedang menguasai pikiranku, menyelimuti seluruh badanku dengan aura hitam yang kejam namun hangat.

Kacamataku mulai berembun, tercium dengan jelas aroma bunga ranum di depan pagar rumah. Hujan mulai berhenti, mungkin lelah berlomba denganku. Namun aku yakin, debit air yang turun lebih banyak dari buliran air mataku.

Aku sebenarnya ingin seperti rintik hujan yang tak pernah mengeluh ketika jatuh. Mama, sungguh maafkan aku yang terlalu sering melobangi hatimu dengan watakku yang keras. Memang lara dan penyembuhnya dijual terpisah, namun mulai saat ini, akan kuubah sistem itu demi dirimu, Mama. Sungguh, dalam hidupku, tak ada yang ingin aku lakukan selain membuatmu bahagia, dan bangga padaku. Selamanya, akan kucoba untuk mengurangi sedikit demi sedikit lara di hatimu, serta gurat sedih di wajahmu oleh karena apapun dan siapapun. Maka, untuk saat ini dan selamanya, akulah yang akan selalu menjagamu dan membuatmu bahagia sepanjang waktu dan tak kan kubiarkan mata sembab dan kantung mata karena tangis menghiasi wajah elokmu. LOVE YOU FOR A THOUSAND YEARS, I LOVE YOU FOR A THOUSAND MORE :*!

MAMA, I LOVE YOU :*

Monday, 26 December 2011

SAYA ADALAH SOSOK YANG BERUNTUNG (sebuah refleksi dan postingan serius a la gita)

cukup lama juga, dan cukup nyadar juga kalo gue jarang banget posting blog yah? di kesempatan ini, gue pengen banget memposting sesuatu yang cukup serius. CUKUP SERIUS, sekali lagi sodara-sodara, CUKUP SERIUS!!! sengaja diulang 3 x biar kesannya serius dan dramatis banget...

*ceritanya, backsoundnya lagunya 128 W A Mozart Divertimento No 17 in D K 334 3 Men atau minus one-nya Endless Love*
lagu apaan tuh? gue juga nggak tau apa yang gue tulis, asal keliatan oke aja di depan kalian para malaikat yang sedang setia membaca postingan blog gue kali ini :D 

***

Pernah nggak sih, lo keliatan sebagai sesosok manusia yang hina dina di hadapan orang lain? kehinaan tersebut muncul karena lo dikenal sebagai you-know-who-sesosok-makhluk-bumi-yang-nggak-pinter-cerdas-dan-berkelas? karena kepanjangan, maka gue singkat jadi YKWSMBYNPCDB. masih kepanjangan nggak sih? ah pokoknya udah gue ketok palu, sebutannya YKWSMBYNPCDB aja. deal!!!

anggapan sebagai YKWSMBYNPCDB di hadapan orang-orang yang gue kenal, e.g. tetangga, teman sejawat, bahkan guru-guru sekalipun sering gue dapetin di bangku sekolah dulu. kenapa bangku? kenapa bukan meja? ya soalnya gue duduk di bangku, bukan di meja, atau di papan tulis. *yamenurutlo???*
SERIUS LAGI YOK, SERIUS!!!

Lo tau nggak sih, gue nulis postingan blog kali ini tuh berasa ada 2 sosok makhluk di kanan kiri gue. di kiri gue sosoknya merah, tangan kiri bawa garpu tala, kepala bertanduk, dan gigi bertaring trus bilang "Udah, lo nulis aja kata-kata yang nggak penting. enyahkan rencana menulis sesuatu yang berharga yang lo pengen sampaikan setulus hati ke semua orang!".. kemudian di kanan gue sosok putih, bersayap, bawa tongkat berujung bintang, di atas kepala ada circle-nya, dan bilang ke gue,"katakanlah apa yang ingin lo katakan di sini, dan semoga orang-orang yang baca blog lo ini bisa lebih bersyukur."

dan gue akhirnya melanjutkan menulis dan menuruti apa yang dikatakan sosok putih di kanan gue...

*****************************************************************************

Gue Gita, umur 1/5abad+1tahun, satu-satunya bidan yang sexy sejak embrio. *gue nggak mau merusak suasana hening ini dengan kata-kata konyol yang tarakdungces a la gue*

Gue terlahir bukan sebagai orang yang pintar, tapi gue beruntung...

Dari kecil gue sering ikut lomba lukis, dan gue lumayan sering, dan alhamdulillahnya menang. itu bukan karena gue pintar, tapi karena gue BERUNTUNG.

Gue bisa presentasi hasil penelitian di Thailand maret lalu. itu bukan karena gue pintar. tapi karena gue BERUNTUNG.

Gue bisa lolos uji kompetensi bidan first taker desember ini tanpa remidial atau ngulang. itu bukan karena gue pintar, tapi karena gue BERUNTUNG.

Gue (insya allah) bakal training di Taiwan april 2012 besok selama sebulan. itu bukan karena gue pintar, tapi karena gue BERUNTUNG.

Dan kesemuanya, seluruh pahit manis pengalaman gue, gue dapetin bukan karena  gue pintar, tapi karena gue BERUNTUNG. seluruh cemoohan yang sering gue terima dari temen-temen sejawat maupun beda jawat, tetangga, guru-guru, dosen-dosen, gue terima dengan penuh kebahagiaan dan gue rasakan manisnya di lidah. rasa tai itu bakal selalu gue rasakan sebagai selai kacang rasa coklat. karena kalian, kalianlah yang membuat gue lebih bersyukur dan bikin gue bangkit dari ketidakmampuan hidup di tengah keterbatasan otak dan tingkah laku tolol yang gue miliki.

dan akhirnya, gue BERUNTUNG karena selalu ada ALLAH di samping gue, yang selalu ada di setiap hela nafas gue. dan gue BERUNTUNG menemukan Tuhan yang Maha dari segala Maha.

Thank God I found you
I was lost without you
My every wish and every dream
Somehow became reality
When you brought the sunlight
Completed my whole life
I’m overwhelmed with gratitude
 I’m so thankful
I found you

dan gue BERUNTUNG karena terlahir dari kedua orang tua yang hebat, yang mampu membesarkan gue hingga sekarang, yang mendidik gue dengan sebaik-baiknya, yang selalu memberi nasehat dan semangat positif untuk bangkit dari segala keterpurukan... thanks for being my hero, mom and dad... EVERYTHING I DO, I DO IT FOR YOUUU...


Saturday, 24 September 2011

SATNITE NGENES TANPA PIPI BOLONG AFGAN YANG BIKIN GEMES

Yeahhhh, ospek kedua gue kelaaaarrrr!!! dan kegalauan gue bertambah melaaaaarrrrr!!! oke let me tell a lot about kengenesan diriku yang mati-matian berusaha nonton charity concert-nya AMSA FKUGM.. kenapa gue segitu mati-matiannya? soalnya ada afgan brooooo!!! iyah, afgan si jendral pibo, pipi bolong ituh!

Hal ini berawal dari sekitar sebulan yang lalu, gue buka timeline-nya @afjogja di twitter, dan taraaaa...ada info penting bahwasannya si afgan mau konser di grand pasific hotel jogja. acara ini milik AMSA FKUGM, namanya @LUMINA_FKUGM. Mendadak baca info tersebut, seketika bulu-bulu ditubuh gue merinding disco lah ya, termasuk bulu hidung dan bulu ketek gue.

Langsung capcus tanpa banyak mikir kapan kartun Doraemon tamat, gue langsung buka TL-nya @LUMINA_FKUGM, dan liat kapan diselenggarainnya dan tentunya, berapa HTM-nya. Gue nyadar sih, sering banget keburu-buru buat ambil keputusan, tanpa pikir "gue bisa nggak ya ikutan acara ini tanggal 24 September 2011 jam 19.00 WIB?"

Gue yakin, gue bisa nonton. akhirnya gue ngajak temen-temen gue buat ikutan acara ini, termasuk @chamahardhika, temen SMA gue. nyatanya gayung bersambut oleh @chamahardhika alias momon. 3 minggu yang lalu, gue dapet ticket kelas 2, seharga 80rb rupiah, dan waktu itu gue nggak sempet bilang ke momon kalo gue udah dapet ticket.. tapi gue ada rencana beliin dia ticket di @geronimocafe.

2 minggu yang lalu, gue nyadar kalo tanggal 24 september tuh OSPEK hari terakhir, dan gue udah nanya panitia, katanya nyampe malem. meaning to say, perhaps and i don't know, but i'm really sure that i can't watch that show. yah, mind set gue udah ngejudge duluan.. at that time, kegalauan gue mulai merasuk sampai ubun-ubun, lalu mengendap di permukaan kulit, dan akhirnya menimbulkan jerawat yang mirip bisul biawak di bibir sexy gue...

kira-kira semingguan yang lalu, gue udah sholat istikharah minta petunjuk dan apa yang harus gue lakuin sama tiket ini. akhirnya temen gue ada yang sms gue bilang kalo dia mau beli tiket konser tersebut. karena gue waktu itu lagi nggak ada duit buat buka rekening (lagi) di bank, makanya gue jual aja tuh tiket. (fyi, di kampus gue tuh aneh, jelas-jelas gue udah punya rekening bank BRI Syariah, tapi gue kudu buka rekening baru lagi buat bikin KTM di bank yang sama! Hell to the Lowww Hellloooowww, padahal gue kuliah D4 cuman setahun gitu, mubazir beudddd kan yaa???!!!).

Eniwei, berat banget sebenernya rasanya ngejual tuh tiket, sama beratnya kayak memikul sapi gelonggongan yang dicekoki puluhan liter air mineral segar dari kaki gunung merapi. tsaaaahhhh...

Kemarin sabtu, pas acara ospek (pra akademik), lebih tepatnya ketika dr.Syafiq ngasih materi soal "berpikir tanpa berpikir adalah berpikir yang sesuangguhnya", gue sibuk baca TL-nya @LUMINA_FKUGM, dan sms-an sama mbak @melaniasumpil, intinya gue nggak bakal letih berjuang untuk bisa beli tiket on the spot. ticket box dibuka di grand pasific mulai jam 9-12 siang, padahal waktu itu gue masih ada di kampus dalam rangka ospek yang bikin otak lepek itu.

Buliran keringat dingin yang lebih mirip batu akik, keluar seketika ribuan banyaknya dari kulit gue. Jam udah menunjukkan pukul 12.00 siang. Lemes to the max!!! udah deh, there's no hope for me... tapi jam 15.00, hape gue bunyi, ahaaaa dapet sms dari mbak @melaniasumpil, si kateter, alias kakak dokter pinter. katanya ticket box dibuka lagi, on the spot dari jam 16.00.. tiket yang tersisa untuk kelas 1 n kelas 2. yeah, oke, mungkin gue bisa mengusahakan untuk yang kelas 2.

Jam stengah 6an lebih berapa gitu gue nggak inget, gue kelar ospek, nyampe rumah jam 6an. padahal acara nanti jam 7. tiba-tiba ada sms masuk dari nomor tak dikenal (0857xxxxxxx66), isinya: "Git, tiket yang kelas 2 habis, cuman tinggal yang kelas 1." Entah nomer siapa itu, yang jelas gue langsung shock hipovolemik. budget gue cuma ada 80rb broooohhh, udah deh, mikirnya kelamaan, udah jam setengah 7 juga, gue nggak jadi berangkat nonton afgan, dan mama gue bilang: "Allah tuh udah ngasih petunjuk yang benar. alhamdulillah. kamu bukan ababil lagi lho ya, nggak usah nonton konsernya afgan, nggak usah ngejer afgan sampe hotel atau sampe airport kayak dulu lagi. nggak capek po naksir sendirian?"

Pesan Moral: Naksir sendirian itu bagai treadmill, seolah lari jauh banget sampe capek, padahal cuma lari di tempat...